Showing posts with label putus asa. Show all posts
Showing posts with label putus asa. Show all posts

19 November 2011

Yuk, berbuat kebaikan


Yuk brbuat kebaikan! Tak susah koq, cm butuh keinginan + kekuatan, dtambah sdikit keterampilan n ilmu pengetahuan, trus lakuin dgn penuh ksabaran n keikhlasan.

Hmm... Gmana? Bs? Ya, paling tidak qt bs brbuat kbaikan utk org lain.

Hah!? Tak bs? Masa sih? Skedar bantuin org lain masa ga bs? Nolongin dikiit aja. Klo tak bs nolongin org yg tak dkenal, yawdah, tolongin ja org2 yg kamu kenal ja, kyak temen, temennya temen, atw tetangga. Gampang kan?

Apa? Ga sempat? Yawdah, yg dkat2 ja, misalnya abang, kakak, adik, sepupu, kan byak tuh, pokoke orang. Terserah deh mau sapa.

Hah, apa pulak lg!? Tak bs nolong orang do? Tolong makhluk hidup lain lah, hewan, tumbuhan, kash makan, siram. Pokoknya yg baik2.

Waa..!!! masih blum bs? Yawdah, berbuat baik lah pada diri sendiri. Mungkin itu lg cara yg paling simpel. Ingat ya, BERBUAT BAIK.

Gdubrak...!!! Hah!? Owalaaah... bener-bener ya. Masih blum bs jg brbuat baik!!? Sekalipun kpada diri sendiri!?

Baiklah, aq ga meminta kamu berbuat kebaikan. Paling tidak, kamu BERHENTI BERBUAT KEJAHATAN rasanya itu sudah lebih dari cukup. 

Apa yang akan anda lakukan, jika...


Apa yang akan anda lakukan jika anda mengetahui bahwa umur anda tinggal 5 hari lagi? Bisa jadi anda akan mulai rajin beribadah, banyak merenung, bersedih atau pun meratapi nasib anda sendiri. Memang sejatinya akan banyak perbedaan untuk menyikapi hal ini. Sebagian ada yang menyikapi dengan rasa sedih, jatuh ke dalam lembah keputus asaan, membiarkan dirinya dihanyutkan oleh perasaan yang tidak ia mengerti, memilih bersikap pasrah terhadap kenyataan yang diterimanya. Ia seperti tidak bersemangat menjalani sisa hidupnya itu yang hanya tinggal beberapa hari lagi. Namun, ada juga diantara mereka yang memilih untuk berfoya-foya dan bersenang-senang untuk beberapa hari sisa hidupnya. Berkunjung ke tempat-tempat tertentu yang selalu ingin dikunjunginya, memakan makanan yang belum pernah dan ingin dimakannya, berbuat sesuka hatinya dan melakukan apapun untuk membuat dirinya bahagia, membuat hatinya merasa puas untuk menikmati dunia di sisa hidupnya.
Ada juga yang memulai mengoreksi diri, melakukan evaluasi terhadap pribadinya, memperbaiki pribadinya menjadi lebih baik, lebih religius. Seolah ia baru saja mendapat hidayah untuk mulai berubah. Ia akan rajin beribadah, mendekatkan diri kepada Tuhannya. Tutur katanya menjadi lebih bijaksana, nasihat-nasihat yang baik akan keluar dari ucapannya. Dan saya rasa akan banyak lagi bentuk sikap yang lain dalam menyikapi hal ini.
Mungkin itulah alasannya mengapa kita tidak pernah diberitahu kapan umur kita akan berhenti. Disana ada 'deadline' yang memaksa kita untuk mengambil langkah cepat. Disana ada tekanan untuk membuat kita memutuskan hendak bersikap apa kita nanti, hendak jadi apa kita besok, hendak melakukan apa kita dalam kurun waktu sisa hidup kita.
Itulah mengapa tidak ada satupun yang bisa mengetahui kapan seseorang akan meninggal dunia.
Jikalau boleh memilih, apa yang akan anda lakukan?